Peranan ingatan serta implikasinya dalam proses pembelajaran
Abstract
Pendekatan pemrosesan informasi sangat penting untuk diketahui dan dipahami oleh pendidik yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Pendekatan pemrosesan informasi merupakan pendekatan kognitif dimana anak mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut. Inti dari pendekatan ini adalah proses mengingat dan cara berpikir. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk membahas tentang peranan ingatan serta implikasinya dalam proses pembelajaran.
Ingatan merujuk pada kemampuan pembelajar untuk secara mental menyimpan hal-hal yang telah mereka pelajari sebelumnya. Proses mengingat dimulai dengan pengkodean, penyimpanan dan diungkap kembali untuk tujuan tertentu di kemudian hari. Guru dapat menggunakan berbagai macam cara untuk membantu siswa dalam proses mengingat diantaranya dengan cara pengulangan, melakukan pembelajaran bermakna, organisasi, elaborasi, dan pembayangan visual.
Agar hasil belajar siswa dapat dicapai secara optimal, diperlukan pula penguasaan guru terhadap pendekatan pemrosesan informasi terutama tentang ingatan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian usaha guru untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu diarahkan pada pengembangan kemampuan mengingat, mentransfer informasi dan meminimalisirkan lupa dengan menerapkan strategi yang tepat terkait dengan kemampuan tersebut.
References
Ali, Fuziana. 2013. Memory and Cognitive Strategies of High Ability Students in a Rural Secondary School. ERIC, 6(2), 76-83. Diperoleh dari https://eric.ed.gov/?q=strategy+memory&id=EJ1067152
Colmar, Susan. 2016. A Pilot Classroom-Based Study of Attention and Working Memory Strategies for Primary-Aged Students. ERIC, 26(1), 125-136. Diperoleh dari https://eric.ed.gov/?q=strategy+memory&id=EJ1100749
Chekaf, Mustapha. 2018. Compression in Working Memory and Its Relationship with Fluid Intelligence. ERIC, 42(3), 904-922. Diperoleh dari https://eric.ed.gov/?q=memory&ff1=subShort+Term+Memory&id=EJ1181467
Khairani, Makmun. 2014. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Lehmann, Janina. 2016. Working Memory Capacity and Disfluency Effect: An Aptitude-Treatment-Interaction Study. ERIC, 11(1), 89-105. Diperoleh dari https://eric.ed.gov/?q=increasing+student+memory&id=EJ1095719
Liao, Ying. 2016. Effects of Matching Multiple Memory Strategies with Computer-Assisted Instruction on Students' Statistics Learning Achievement. ERIC, 12(12), 2921-2931. Diperoleh dari https://eric.ed.gov/?q=strategy+memory&id=EJ1117275
Liu, Ru-De. 2015. The Relations between Number Property Strategies, Working Memory, and Multiplication in Elementary Students. ERIC 83(3), 319-343. Diperoleh dari https://eric.ed.gov/?q=strategy+memory&id=EJ1060467
O’Donell, Ryan E. 2018. Semantic and Functional Relationships among Objects Increase the Capacity of Visual Working Memory. ERIC, 44 (7), 1151-1158. Diperoleh dari https://eric.ed.gov/?q=increasing+student+memory&id=EJ1182874
Ormrod, Jeanne Ellis. 2008. Psikologi Pendidikan. Alih bahasa Amitya Kumara. Jakarta: Erlangga.
Patil, Anuya. 2017. Reward Retroactively Enhances Memory Consolidation for Related Items. ERIC, 24(1), 65-69. Diperoleh dari https://eric.ed.gov/?q=memory&id=EJ1123339
Price, Andrew. 2015. What's Working Memory Got to Do with It? A Case Study on Teenagers. ERIC 61(2), 26-32. Diperoleh dari https://eric.ed.gov/?q=teaching+method+of+memory&id=EJ1077404
Santrock, John W. 2008. Psikologi Pendidikan. Alih bahasa Tri Wibowo B.S., Jakarta: Kencana.
Slavin, Robert E. 2008. Educational Psycology : Theory and Practice. Alih bahasa Marianto Samosir. Jakarta: PT. Indeks.
Suryabrata, Sumadi. 2010. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.









